Sabar dalam menegakkan kebenaran
Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-baqarah ayat 153-157;
Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"
157. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Didalam surah tersebut sabar merupakan hal yang penting dalam kehidupan ini, sabar dalam mendapatkan kenikmatan dari Allah, sabar dalam menghadapi cobaan/musibah, sabar dalam menjalankan segala perintahNya dan sabar dalam menjauhi laranganNya.
Untuk berusaha dalam melakukan kesabaran kita dapat mengambil pelajaran apa-apa yang dialami oleh para Nabi dan Rasul dalam berdakwah yakni menyampaikan kebenaran dan menyerang kerusakan. Begitu pula dengan orang-orang yang mengikuti jalan para Nabi dan Rasul, para sahabat-sahabatnya dan pengikutnya yang setia.
Bilal bin Rabah adalah salah satu sahabat dan pengikut setia Nabi Muhammad SAW, sebagai nabi terakhir di muka bumi ini, telah mendapatkan ujian-ujian yang berat terutama dalam hal kesabaran.
Masa-masa memeluk agama islam, Bilal bin Rabah masih berstatus budak, yang pada saat itu budak bagaikan benda atau barang yang dimiliki oleh yang punya (majikan). Apapun yang akan dilakukan oleh budak tersebut harus mendapatkan izin dari tuannya, bahkan nyawanya pun bisa dikatakan milik tuannya. Namun Bilal yang sudah tersentuh dengan cahaya keislaman, tetap mensyukuri nikmat yang telah didapatkannya, bukan malahan menghina diri atau berputus asa dari rahmat Allah, tetapi tetap berpegang teguh dengan keimanan tersebut.
Ujian kesabaran lainnya yang dialami oleh bilal, ketika keislamannya diketahui oleh majikannya. Bilal diminta untuk melepaskan keimanannya, dan dia disiksa di padang pasir yang tandus di siang hari, di tindih dengan batu besar, dan dicambuk dengan cemeti tajam. Darah dan keringatnya bercampur jadi satu, bahkan menjadi cepat kering dengan panasnya matahari. Dalam kondisi tidak berdaya, dimana tidak ada satupun anggota tubuhnya yang dapat digerakkan kecuali hanya mengucapkan "Ahad..ahad..ahad", yang dimaksudnya adalah Allah yang satu, yaitu Allah SWT.Bilal tetap memegang teguh keimanannya dan bersabar dalam menghadapi ujian tersebut.
Dua hal yang dialami bilal ini, yaitu ujian kesabaran dalam kenikmatan menjadi budak, dan ujian kesabaran ketika mendapatkan cobaan/ musibah, telah berbuah pertolongan dari Allah SWT seperti yang dijanjikan dalam QS ALbaqarah diatas, dan juga mendapatkan balasan surgaNya yang luasnya seluas langit dan bumi.
Semoga di dalam bulan Ramadhan yang mulia ini, kita termasuk orang-orang yang memgang teguh keimanan dan menjalankan syariat islam dengan istiqomah dan kesabaran, begitu pula dalam memperjuangkan tegaknya syariat islam yang kaffah dalam bingkai naungan negara islam.



Komentar
Posting Komentar