Diskusi Kecil - 2

"Menyongsong Indonesia 10 tahun ke depan", adalah tema diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila UGM, di awal minggu pertama bulan desember ini. Menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai gerakan mahasiswa eksternal kampus, ada HTI, KAMMI, GMNI dan PMII. Keempat pembicara diminta untuk memaparkan tentang kondisi negara Indonesia ini dalam 10 tahun ke depan dan bagaimana gerakan mahasiswa tersebut dalam menghadapi tantangan kedepannya.


Berbicara 10 tahun ke depan tentu saja kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti. Namun untuk prosesnya dapat kita lihat apa yang sudah kita lakukan kemarin dan apa yang kita lakukan sekarang ini. Indonesia mulai mengawali perubahan pada awal kemerdekaan hingga terakhir reformasi 1998. Runtuhnya Soeharto dan bergantinya berbagai aturan dan perundang-undangan mewarnai proses perubahan ini. Dan hampir rata-rata gerakan mahsiswa ikut berperan aktif didalamnya. Namun aktifnya gerakan mahasiswa justru tidak membawa perubahan yang signifikan, malahan semakin menambah masalah baru dan kebingungan gerakan-gerakan tersebut dalam setiap perubahan.

"Rekonstruksi gerakan mahasiswa", inilah judul makalah saya yang coba dipaparkan pada acara diskusi ini. Makalah ini saya sadur dari beberapa teman melalui postingan di internet. Dengan beberapa perubahan catatan didalamnya. Sebenarnya ketika kita ingin berubah itu dikarenakan kondisi, yaitu kondisi yang ada tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Ingin hidup sejahtera, namun tidak dapatkan. Ingin hidup aman dan tenteram justru semakin mencekam. Karena kondisi yang tidak nyambung antara idealitas dan harapan inilah muncul keinginan untuk berubah.

Pertanyaan selanjutnya adalah idealitas ini menurut siapa? idealitas menurut sosialisme, kapitalisme atau islam. Ketiga point ini merupakan basis ideologi yang ada didunia, karena individu, kelompok masyarakat dan negara dalam beraktivitas selalu diperngaruhi oleh salah satu dari ketiga ideologi tersebut. Cara berfikir dan bertindaknya seseorang adalah akibat dia mengadopsi ideologi-ideologi tersebut baik secara sadar maupun tidak sadar. Tidak sadarnya orang dikarenakan ketidakpamahamannya terhadap ideologi.

Sehingga kalau ingin membawa perubahan yang signifikan tentu saja kita harus membawa ke perubahan yang berbasis ideologi. Menentukan akar permasalahan bangsa Indonesia, jangan sampai salah, seperti pada reformasi 1998 kemarin, yang disinyalir bahwa rezim Soeharto adalah masalah utama sehingga harus diturunkan dan diganti dengan yang lain adalah salah satu contohnya, padahal akar permasalahan krisi 1998 adalah terkait permasalahan sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sisten ekonomi kapitalistik, yang membuat nilai tukar rupiah anjlok hingga menembus angka Rp.17.000/ dolar pada saat itu. Sehingga berimbas dengan naiknya BBM dan juga harga barang-barang kebutuhan pokok lainnnya. Penerapan sistem ekonomi akibat dari ideologi yang dianut negara ini yaitu berbasis pada ideologi kapitalisme, karena dari ideologi itulah terpancar darinya sistem aturan hidup, untuk mengatur hidup manusia. Sistem kapitalistik atau yang dikenal dengan sekulerisme, adalah sistem dimana segala aturan kehidupan di dunia diserahkan kepada rakyat, dan rakyatlah yang berhak menentukan mana yang baik dan mana yang buruk menurutnya. Tentu saja tidak mungkin seluruh rakyat berkumpul di suatu majelis pertemuan, makanya diperlukan wakil rakyat untuk membuat UU dan peraturan-peraturan yang menyangkut urusan pengaturan kehidupan rakyat.

Kalau ditelaah tentu saja sistem yang lebih tepat adalah sistem islam, yang sesuai dengan fitrah manusia, bahwa manusia adalah makhluk ciptaan yang lemah. Sehingga gerakan mahasiswa selain harus menyusun akar permasalahan bangsa dengan tepat juga harus mengetahui mau berubah ke arah mana? dan bagaimana menuju kesana?. Jadi tidak cukup hanya sekedar keinginan dalam berubah, tetapi juga tau berubah menjadi apa.

Diakhir sesi diadakan diskusi tanya jawab dari para peserta, yang menarik ada satu pertanyaan peserta yang kurang lebih ada 3 penanya menanyakan hal yang sama. Para pembicara didepan hanya mengupas sejarah tidak mencoba langkah kedepannya seperti apa untuk 10 tahun yang akan datang. Dimulai dari 1 tahun, 6 bulan, 1 minggu, 1 hari dan dari sekarang itu apa yang harus kita lakukan?. Dan ini tantangan bagi semua yang menghadiri diskusi. Dalam menanggapi hal ini saya menyampaikan, kita harus tau perubahan ke arah mana, dan saya tawarkan perubahan ke arah yang lebih baik yaitu Islam (penerapan islam sebagai sebuah ideologi). Islam bukan hanya sekedar agama ritualitas tetapi juga merupakan sebuah sistem kehidupan yang darinya juga terpancar aturan-aturan tentang kehidupan manusia. Makanya tentu saja kita harus mempelajari Islam sebagai sebuah sistem aturan kehidupannya dari sekarang. Dan semakin jauh kedepan tentu saja kita harus memperjuangkannya, pertanyaannya adalah maukah Anda semua mempelajari Islam sebagai sebuah aturan kehidupan? dan maukah Anda memperjuangkannya? inilah tantangan dari saya kepada semua peserta.

Wallahualam

Komentar

Postingan Populer