Bangkitnya umat dikarenakan sumber daya alam atau pemikirannya???


“Umat islam khususnya umat islam di Indonesia tidak akan pernah bangkit selama sumber daya alam masih dikuasai asing…” adalah salah satu pernyataan Dr.Amien Rais saat memberikan ceramah selepas ba’da isya menjelang sholat taraweh di masjid kampus UGM pada 20 Juli 2012 kemaren. Pernyataan tersebut membuat saya heran? Apakah Pak Amien Rais tidak mengetahui politik? Atau Pak Amien Rais mengetahui politik namun menyembunyikan maksud pernyataan tersebut?



Saya jadi bertanya-tanya dalam hati… umat islam tidak akan pernah bangkit selama tidak menguasai sumber daya alam? Pernyataan ini menandakan bahwa bangkitnya suatu umat atau bangsa berdasarkan sumber daya alam yang dia punyai. Sungguh kasihan dan ironis sekali apabila ada suatu bangsa yang tidak memiliki sumber daya alam. Maka dirinya tidak akan pernah bangkit-bangkit. Seharusnya apabila umat tidak memiliki sumber daya alam berfikir bagaimana caranya agar mempunyai sumber daya alam, dari pemikiran tersebut maka akan kita dapatkan umat yang bangkit, yaitu yang beupaya melakukan perubahan pada diri mereka.

Terkait dengan kebutuhan sumber daya alam, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memilikinya, pertama bisa melakukan penjajahan; hal ini merupakan tindakan fisik seperti yang dilakukan oleh AS dalam rangka menguasai minyak yang ada di timur tengah, Irak dan Afganisthan adalah korbannya. Tentu saja kalau kita mau menguasai dengan penjajahan harus memiliki daya tarung dan mempunyai armada pasukan yang sangat kuat, agar mampu menguasai. Kedua bisa melakukan jual beli atau perdagangan, dan ini dilakukan negara-negara yang ekonominya mulai tumbuh, misalnya seperti Jepang dan Cina, kedua negara ini sedikit demi sedikit mulai menguasai sektor hulu (baca:sumber daya alam) dengan cara barter produk jadian, atau hasil olahan sumber daya alam tersebut. Ketiga dengan menggabungkan wilayah tersebut menjadi bagian dari wilayahnya, hal ini pernah dilakukan oleh negara islam dahulu, saat islam pertama kali datang di jazirah arab, lamba laun menyebar dan semakin meluas hingga menguasai 2/3 benua, dan hal ini menjadikan negara islam memiliki sumber daya alam yang banyak. Dalam hal menggabungkan memang bisa dilakukan kontak fisik, namun sifatnya bukan penjajahan dengan mengambil alih dan meninggalkan, melainkan dalam rangka menghilangkan kezaliman dan ketidakadilan, tidak ada yang diambil kecuali akan dikembalikan ke penduduk itu sendiri. Namun ada juga yang harus diambil dalam rangka membersihkan harta, namun sekali lagi jumlahnya tidak lah sebanyak dibandingkan pelayanan dan kepuasan penduduknya apabila sumber daya alam tersebut hasilnya dapat dinikmati. Dan harta yang diambil juga untuk kebutuhan pokok rakyat itu sendiri. Dalam rangka menggabungkan suatu wilayah tentu saja harus menyatukan visi dan misi wilayah tersebut sehingga mau bergabung menjadi satu wilayah bersama, apabila tidak mau baru dilakukannya kontak fisik.

Kapan suatu bangsa dikatakan bangkit? Ketika bangsa tersebut merubah pemikirannya dengan berupaya menyelesaikan permasalahan pada diri mereka. Apabila masalahnya tidak adanya sumber daya alam maka difikirkanlah upaya untuk mendapatkannya. Begitu juga dengan umat islam, dalam rangka mendapatkan sumber daya alam, sudah ada aturan atau cara yang dituntun oleh Allah Swt, dalam rangka mendapatkan dan mengelola sumber daya alam tersebut. Tentu saja dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum syara’ namun sekali lagi tidak meninggalkan tugas utamanya dalam menegakkan kalimah Allah dengan menerapkan hukum-hukumNya. Dengan mendapatkan kebahagiaan dunia insyaAllah diharapkan kita mendapatkan kebahagiaan di akhirat, sesuai dengan pernyataan Dr. Amien Rais di pengantar ceramahnya.


Komentar

Postingan Populer