Khutbah Jumat : Riba
Kaum muslimin rahimakumullah . Puji
syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat
karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada
makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita
dapat hadir bersama dalam majelis yang Insya Allah dimuliahkan-Nya. Shalawat
dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad
Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai
akhir zaman.
Marilah kita selalu meningkatkan
taqwa kepada Allah Swt. Kita berusaha untuk meningkatkan taqwa dalam arti yang
sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh
perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah
kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tiada bertepi.
Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab,
hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di
akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan
janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at
Rahimakumullah,
Akhir-akhir seperti kita ketahui bersama bahwa harga nilai tukar uang rupiah melemah terhadap dolar, nilai tukar ini tertinggi yakni menyentuh angka Rp.14.000 lebih per dollar. Hal ini tentu saja akan berdampak kepada beberapa aspek di lini kehidupan kita. Diantaranya harga barang pokok kehidupan tentu akan naik seiring kenaikan biaya produksi baik perusahaan berskala internasional maupun berskala nasional. Kenaikan ini berpengaruh juga dengan biaya-biaya kehidupan yang lain yakni terkait bidang pendidikan, sosial maupun ekonomi dan lainnya.
Harus kita pahami bahwa apa yang terjadi menimpa manusia bisa berupa ujian atau musibah dan bisa juga merupakan al-fasad atau kerusakan. Ujian atau musibah merupakan ujian kehidupan yang memang allah berikan untuk menguji keimanan kita. Sementara al-fasad atau kerusakan merupakan akibat dari kemaksiatan yang manusia lakukan. Allah mengingatkan kepada kita :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang
benar).”
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Melihat fenomena kerusakan yang ada saat ini bisa jadi dikarenakan kemaksiatan yang kita lakukan. Runtuhnya perekonomian bisa jadi dikarenakan karena kita mempraktekkan aktivtias riba. Allah mengingatkan kepada kita terkait riba. Allah berfirman :
”Orang-orang yang makan
(mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),
maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum
datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali
(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal
di dalamnya.”
Dalam ayat tersebut penjelasan berdasarkan hadis dari rasul yaitu
“Pada waktu aku dimi’rajkan ke langit, aku memandang ke langit dunia, ternyata di sana terdapat banyak orang yang memiliki perut seperti rumah-rumah yang besar dan telah doyong perut-perut mereka. Mereka dilemparkan dan disusun secara bertumpuk di atas jalur yang dilewati oleh para pengikut Fir’aun. Mereka diberdirikan di dekat api neraka setiap pagi dan sore hari. Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, janganlah pernah terjadi hari kiamat”. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapa mereka?” Jawabnya, “Mereka adalah para pemakan riba dari kalangan umatmu yang tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”.
Pada waktu aku diisra’kan, tatkala kami telah sampai ke langit ke tujuh, aku melihat ke arah atasku, ternyata aku menyaksikan kilat, petir dan badai. Lalu aku mendatangi sekelompok orang yang memiliki perut seperti rumah, di dalamnya banyak terdapat ular berbisa yang dapat terlihat dengan jelas dari luar perut mereka. Aku tanyakan, “Hai Jibril, siapa mereka?” Dia menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba”
Dan kalau kita ketahui bahwa dosa riba lebih besar daripada dosanya orang yang berzina dan bahkan didalam ayat ini Allah menegaskan hum fiiha kholidun.. mereka kekal selamanya di dalam neraka.
Rasululullah
Bersabda,
“Satu dirham yang didapatkan seseorang melalui riba lebih besar tingkat dosanya di sisi Allah daripada tiga puluh enam kali perbuatan zina yang dilakukan seseorang. Sedang riba yang paling parah adalah yang berasal dari harta seorang muslim”
Dalam riwayat yang lain
“Satu
dirham dari hasil riba yang dimakan oleh seseorang yang mengetahuinya, itu
lebih berat ketimbang tiga puluh enam kali perzinaan”.
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Secara bahasa riba adalah tambahan atau suatu akad transaksi pada barang atau jasa ketika dilangsungkan tidak diketahui kesamaannya atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya. Dalam sistem ekonomi sekarang riba tentu banyak ragamnya. Namun riba yang sering dipraktikkan pada masa sekarang ini diantaranya adalah riba nasiah dan riba qaradh.
Terkait
riba nasiah adalah tambahan yang diambil karena penundaan pembayaran utang yang
dibayarkan pada tempo tertentu, baik tambahan itu berupa sanksi atau denda atas
keterlambatan pembayaran hutang. Dan ini banyak terjadi di tengah-tengah kita.
Adapun yang kedua yakni riba qaradh, yaitu meminjam uang kepada seseorang
dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan yang harus diberikan oleh peminjam
kepada pemberi pinjaman. Kelebihan itu bisa berupa uang yang dipinjam melebihi
dari pinjaman, atau hadiah dalam bentuk apapun.
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Kredit berbasis bunga, tabungan berbunga (deposito), jual beli mata uang, jual beli saham dan lainnya. Setiap muslim hendaknya mewaspadai jenis-jenis riba, termasuk akad-akad yang tidak syari ataupun akad-akad yang bersentuhan dengan riba, baik langsung maupun tidak langsung. Rasulullah melaknat para pelaku riba dalam Shahih Muslim dari penuturan Jabir bin abdillah ra. “Rasulullah melaknat pemakan riba (pemberi pinjaman), peminjam (nasabah), pencatat (sekretaris), dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (sama-sama berdosa).”
“Sungguh akan datang kepada manusia itu suatu masa, tidak tersisa seorangpun dari mereka kecuali memakan riba. Dan barang siapa yang tidak memakannya, pasti terkena debunya” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
“Apabila perbuatan zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti penduduknya telah mengijinkan turunnya adzab dari Allah atas diri mereka” (HR. Al-Hakim)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dari penjelasan di atas semoga kita
termasuk orang-orang yang mau bertaubat dan meninggalkan dosa riba, yang
sesungguhnya lebih keji dari zina dan mengantarkan kita kedalam neraka
selama-lamanya Sambutlah seruan Allah dalam alquran :
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk untuk terikat dengan syariah, dan istiqamah di atas jalan itu sampai akhir hidup kita dalam husnul khatimah.


Alhamdulillaah menambah wawasan... terima kasih pak.
BalasHapusIjin iklan pak yah.
Agutus 2016 baru dibuka Perumahan dengan cara beli syariah TANPA RIBA, TANPA BUNGA, TANPA BANK di Kota Cibinong dekat Pemda. Cicilan ke developer 1,7 Jt/Bln Tetap selama 10 Thn. Harga Rp. 260 Juta.
http://griyarumahdijual.blogspot.co.id
Wa 085779440990