Memahami Musuh Utama dan Meraih Kekuasaan Umat


Fenomena pembenturan antar kelompok umat islam merupakan strategi dari musuh islam untuk menghancurkan umat islam. Namun kelompok umat islam yang menyimpang dan dibenturkan ini bukanlah musuh utama umat melainkan halangan yang sengaja dibuat oleh para musuh umat islam.

Selain itu banyak juga diantara kaum terpelajar dan intelektual terpengaruh dengan pemikiran penjajah. Mereka diracuni agar mengemban ide dan pemikiran penjajah untuk disebarkan ditengah-tengah umat. Sehingga pemahaman sekuler dan liberal menjadi pemahaman umat. Jadi selain menanamkan benturan antar kelompok, musuh-musuh islam juga menanamkan orang-orang yang menjadi penyebar propaganda ide dan pemikiran penjajah.


Menurut DR Adian Husaini, paling tidak ada beberapa tipe liberal diantaranya; liberal profesional. Yaitu seseorang yang pemikirannya sangat liberal, selalu menyebarkan paham liberal, berusaha meliberalkan orang lain, merasa paling benar dan menganggap orang yang tidak liberal salah. Sangat mahir menulis dan menggiring opini serta menjungkirbalikkan fakta. Mahir juga berbicara di depan publik. Secara ekonomi mapan, dan didukung dana oleh para pemesan pemikiran liberal mereka. Contohnya adalah Zeyno Baran.

Berikutnya liberal amatir atau liberal kacangan. Mereka ini hanyalah ikut-ikutan. Belum bisa menuangkan dalma bentuk tulisan namun membela liberalisme. Tidak dapat keuntungan materi apapun. Misalnya adalah siapa saja yang ikut-ikutan.

Ada juga liberal freelance. Hampir mirip dengan liberal profesional, namun sikapnya pragmatis. Hanya mendapatkan imbalan ala kadarnya dari tulisan liberalnya. Misalnya para intelektual muda yang menulis untuk mendapatkan imbalan dana.

Terkahir adalah liberal volunteer atau liberal sukarelawan. Pada umumnya sudah mapan secara materi, bahkan tidak sedikit diantara mereka para tokoh. Ia tidak perlu dibayar. Menjadi liberal karena terpengaruh dengan liberal profesional. Contohnya adalah para tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh.

Adanya pengahalang-penghalang ini baik dari sisi kelompok atau seseorang, maka paling tidak kita mengetahui bagaimana menghadapinya. Dalam metode perubahan, tentu saja kita merujuk kepada metode yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Dalam aktivitas dakwah Rasul, terdapat tiga tahapan atau fase dakwah yaitu fase pembinaan dan pembentukan, fase berinteraksi dengan umat, dan yang ketiga fase menerima kekuasaan untuk menerapkan islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Salah satu fase dakwah yaitu fase berinteraksi dengan umat (tafa’ul ma’a al-ummah) memiliki tujuan yaitu menjadikan ideologi partai menjadi ideologi umat. Sehingga umat akan siap dipimpin oleh partai baik secara aktivitas maupun pemikiran. Namun hal ini bisa diraih jika ada upaya untuk mengambil alih kepemimpinan umat secara pasti dan alami. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan serangan pemikiranterhadap para penguasa (antek) dan kaum kafir imperialis, baik dalam tabanni mashalihul ummah atau kasyf khuttoth (membongkar makar/konspirasi dan rencana jahat) tanpa melenyapkan sandaran kekuasan.

Adapun sandaran kekuasaan ada dua, yaitu sandaran alami dan sandaran tidak alami. Sandaran alami adalah umat dan dukungan umat. Cara mengambil atau meraih sandaran ini dengan melemahkan dukungan umat terhadap penguasa (antek) lalu menjadikan umat mengelilingi partai. Hal ini dilakukan dengan terbentuknya opini umum melalui kesadaran umum, serta memperbanyak jumlah khususnya dari para toko yang kuat dan memiliki pengaruh.

Sandaran kedua adalah sandaran tidak alami yaitu kekuatan asing. Maka sandaran ini harus dijadikan target serangan. Hal ini berarti umat harus melepaskan diri dari kekuatan asing sekaligus dari penguasa di pemerintahan. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan membeberkan kepada umat bahwa sandaran ini adalah musuh mereka.

Sandaran-sandaran tersebut memiliki sarana yang membantu tegaknya sandaran. Saran tersebut diantaranya : tentara, parlemen, dinas keamanan dan intelejen dan para hakim. Oleh karena itu sarana ini juga harus dilemahkan, bukan dengan cara menyerang tetapi dengan melemahkan pengaruh mereka dalam mendukung kekuasaan. Dengan menjauhkan mereka dari kezaliman, kebatilan dan hukum kufur, serta membeberkan kepada umat siapa saja diantara mereka yang memiliki sifat nifaq.

Komentar

Postingan Populer