Kebohongan Adalah Suatu Kezaliman
Allah
telah memberitahukan kepada kita tentang suatu kezaliman. Banyak sekali peringatan
di dalam alquran terkait dengan ungkapan kezaliman. Di dalam Al-Quran zalim
memiliki beberapa makna, di antaranya Zalim itu adalah orang-orang yang
menyembah selain Allah [QS Al-Baqarah: 165 dan QS Huud: 101].
Atau Zalim itu adalah karena menuruti hawa nafsu dan merugikan orang lain [QS Al-Maidah : 45] dan zalim merupakan sebuah sifat keangkuhan dan perbuatan
kekafirannya [QS Al- Kahfi : 35].
Hari
ini kita bisa melihat secara langsung bagaimana kezaliman-kezaliman terus
dilakukan yaitu kezaliman karena melanggar perintah Allah swt. Tidak adanya
keadilan di dalam hukum, dakwah dihalangi, fitnah merajalela, dan terlebih lagi
berbagai berita dan informasi bohong bertebaran. Kemaksiatan terus dilakukan
dari yang kecil hingga yang besar. Karena
melanggar perintah Allah merupakan kezaliman.
Allah berfirman dalam alquran surah albaqarah ayat 229 :
Allah berfirman dalam alquran surah albaqarah ayat 229 :
وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللهِ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya
: “....Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang
yang zhalim." Dalam hal ini makna zalim berarti adalah menyelisihi
perintah Allah swt.
Dan ini sejalan Dalam Qs AtThalaq ayat 1 :
وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا
Artinya
: “...barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah
berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah
mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.”
Di ayat yang lain Allah menegur orang yang tidak mau bertobat dengan sebutan zalim padahal sudah jelas dosa yang ia telah perbuat. Allah berfirman :
بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Artinya
: “...Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [QS
Al hujurat ayat 11]
Dan juga ayat
لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya :
“...janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar” [QS
Lukman ayat 13]
Adapun sebab turunnya Surah Lukman ayat 13 ini para mufasir berpendapat bahwa ayat tersebut turun terhadap permasalahan Sa’ad bin Abi Waqash yang tetap berpegang teguh dengan keimanannya walaupun ibunya tidak akan makan dan minum sehingga Sa’ad mau mengingkari Rasulullah. Dan ibunya menjalani itu semua selama tiga hari dalam keadaan tidak makan, tidak pula minum serta tidak berteduh sehingga Sa’ad pun mengkhawatirkannya. Lalu Sa’ad datang menemui Nabi Muhammad Saw. dan mengadukan sikap ibunya kepadanya maka turunlah ayat ini. Dan ayat ini memerintahkan tetap berpegang teguh kepada keimanan daripada kekufuran.
Selain itu orang-orang yang mengaku beriman tentu akan
berupaya untuk tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kezaliman. Artinya
tidak akan menggabungkan keimanan mereka dengan kemaksiatan. Kemaksiatan yang
dimaksud adalah melanggar perintah Allah dan berbuat zalim kepada manusia.
Kezaliman dapat dilakukan terhadap dua perkara. Pertama,
menzalimi diri sendiri yaitu dengan perbuatan dosa dan maksiat. Kedua,
menzalimi orang lain yaitu tidak menunaikan hak orang lain yang wajib
ditunaikan. Dan kezaliman yang kedua inilah yang akan diberi kesempatan kepada
orang-orang yang dizalimi untuk menuntutnya pada Hari Akhir. Dan kezaliman
paling besar adalah kezaliman para penguasa.
إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ
“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta.
Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka
dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan
dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan
barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak
membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka,
maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan
mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Wahai para
penguasa dan kaum muslimin. Dimana kah posisi kezaliman kita pada hari ini?
Apakah yang pertama atau yang kedua? Bukankah pembohong juga termasuk suatu
kezaliman? Mau berapa ayat yang harus diungkapkan agar kita segera bertaubat
memenuhi perintah Allah dan Rasulullah? Atau kita termasuk Didalam QS Al-Ankabuut : 46 yaitu orang-orang yang zalim adalah
orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan
penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, dan cara berdebat yang baik
tersebut tidak dapat dipakai lagi karena mereka tetap membantah dan membangkang
dan tetap menyatakan permusuhan.
Naudzubillah.


Komentar
Posting Komentar