SEJARAH HUBUNGAN TURKI DAN ISRAEL
Turki tetap melanjutkan hubungan dagangnya dengan entitas yahudi meskipun ada ketidakpuasan rakyatnya.[1] Semua hubungan, terutama hubungan perdagangan masih terus berlanjut dengan cara dan ritme yang sama.
Seandainya Erdogan memang peduli dengan urusan Palestina tentunya dia akan segera memutus semua hubungan antara Turki dan entitas Yahudi sebagai usaha minimal yang bisa dilakukannya. Namun ternyata bukan itu yang ia pilih. Erdogan justru menjalin hubungan dengan Amerika dan membuat perjanjian untuk menjaga eksistensi entitas Yahudi, serta berada di jalur orbit yang mengikut pada Amerika untuk tetap dapat meraih kekuasaan.
Hal itulah yang terjadi pada pertemuannya dengan para pejabat Amerika ketika ia masih mengepalai kotamadya Istanbul. Erdogan sama sekali tidak berbuat apapun untuk mengubah sistem Turki menjadi sistem Islam, bahkan dia melakukan hal yang sebaliknya, dia memperkuat kemalisasi, demokrasi, dan sekulerisme
[1] https://www.kompas.id/baca/internasional/2024/05/03/turkiye-putus-hubungan-dagang-dengan-israel dan https://www.cnbcindonesia.com/news/20220817203324-4-364536/ada-apa-erdogan-turki-pulihkan-hubungan-dengan-israel
Tahun |
Yang Berperan |
Tujuan / Hasil |
Tindakan |
|
1917 |
Inggris menyiapkan
Mustafa Kemal (seorang Yahudi Dönmeh) |
Menghancurkan Khilafah |
Kemal menjadi panglima
pasukan Utsmani di Palestina. Mustafa Kemal pura-pura jatuh sakit dan tidak
siap untuk melawan agresor Inggris, kemudian ia menyerahkan dirinya kepada
Inggris pada musim gugur tahun 1917. Dan Inggris mengumumkan deklarasi
Balfour kepada orang-orang Yahudi untuk mendirikan negara bagi mereka di
Palestina dan disahkan melalui Perjanjian Lausanne |
|
1949 |
Turki |
Mengakui Israel |
Turki menjadi negara
mayoritas Muslim pertama (sebelum Iran pada tahun 1950) pada bulan Maret yang
mengakui Israel |
|
1958 |
Pemerintahan Menderes |
Pertemuan dengan PM
Israel David Ben-Gurion |
Menandatangani
perjanjian kerja sama untuk melawan kelompok ekstrimis dan dominasi Uni
Soviet di Timur Tengah |
|
1996 |
Pemerintahan Erbakan |
Memulai latihan
militer gabungan dimulai, dan membeli senjata dari Yahudi |
menandatangani
sebanyak 11 perjanjian kerja sama keamanan, militer, dan ekonomi |
|
2000 |
Pemerintahan Ecevit |
Perdagangan Bebas |
menandatangani
Perjanjian Perdagangan Bebas Turki-Israel |
|
2005 |
Pemerintahan Erdogan |
Mengunjungi Entitas
Yahudi |
Mengunjungi entitas
Yahudi dengan memainkan peran sebagai perantara rekonsiliasi antara rezim
Suriah dan entitas Yahudi |
|
2010/2011 |
|
Mengurangi perwakilan
diplomatik |
Perwakilan diplomatik
dikurangi setelah insiden kapal Mavi Marmara |
|
2015 |
|
Membuka kembali
hubungan |
Kembali melakukan
normalisasi hubungan dengan entitas Yahudi |
|
2022 |
|
Menyambut tamu Yahudi |
Hubungan diplomatik
kembali merenggang sebagai akibat dari korespondensi antara Netanyahu dan
Erdogan, namun hubungan keduanya menguat kembali ketika Menerima kepala
entitas Yahudi, Herzog, seperti penyambutan kepada pahlawan dan kaisar. |
|
2023 |
|
Berencana bertemu
Netanyahu |
Erdogan bertemu dengan Netanyahu di New York pada Juli 2023 dan bersepakat dengannya untuk mengunjungi entitas Yahudi. Ketika agresi di Gaza mulai meletus pada 8 Oktober 2023, ia membatalkan kunjungan tersebut namun keterwakilan diplomat tidak berkurang |



Komentar
Posting Komentar