Membongkar teori Darwin
Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Bahkan makhluk hidup lainnya muncul dikarenakan hasil perkembangan evolusi begitu juga dengan manusia saat ini merupakan hasil dari evolusi. Bahkan untuk kedepannya, manusia dan makhluk hidup lainnya akan terus mengalami evolusi ke bentuk yang lebih lagi atau bentuk yang dapat menyesuaikan dengan alam. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan "evolusi manusia" belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata.
Teori evolusi darwin ini dilandasi dengan ditemukannya fosil-fosil manusia purba dan dengan asumsi-asumsi dan dugaan dengan mudah disimpulkan bahwa manusia berasal dari monyet. Dan kalangan masyarakat awam adalah korban dari teori ini, kebanyakan tidak mengetahui kenyataan dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat itu adalah benar.
Jika kita cermat, dalam buku-bukunyanya sendiri, darwin terlalu banyak menggunakan kata probably, yang berarti mungkin saja. Artinya dia sendiri belum yakin 100 persen akan teorinya. Dan membangun teorinya tersebut dengan asumsi-asumsi saja tanpa sebuah pemikiran yang rasional apalagi didukung dengan bukti-bukti ilmiah. Sehingga upaya dia untuk mendukung teorinya tersebut dengan membuat berbagai penemuan tentang fosil-fosil manusia purba, serta bukti-bukti lain yang dianggap mendukung teorinya, sementara itu bukti ilmiah lain yang menunjukkan perlawanan akan teorinya tidak pernah dianggap sebagai bukti ilmiah.
Kita bisa ambil contoh misalnya didalam karya-karyanya Harun Yahya (nama pena), yang mengajak manusia untuk berfikir dari mana alam semesta ini serta makhluk hidup diadalamnya. Begitu pula ditemukannya fosil jutaan tahun lalu, sama dengan bentuk hewannya saat sekarang ini, kupu-kupu, semut, penyu dan lain sebagainya. Maret 2005, ilmuwan Australia mengumumkan telah menemukan sejumlah fosil penyu kuno yang pernah hidup pada 110 juta tahun yang lampau. Fosil-fosil tersebut ditemukan di timur laut Negara Bagian Queensland, Australia. atau yang sangat sederhana 80 juta tahun lalu, rumput laut bersel satu kenapa tidak berkembang menjadi amphibi? Bahkan tidak sampai berkembang ke makhluk bersel kompleks? Ini betul-betul telah mengingkari segenap penelitian ilmiah di dalam text book.
Makhluk yang dinamai "manusia purba" sendiri hanyalah jenis kera yang telah punah.Ukuran tengkorak mereka adalah sama, atau lebih kecil dari simpanse yang kita temui sekarang. Terdapat bagian-bagian menonjol di bagian tangan dan kaki yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse masa kini, dan kaki mereka memiliki kemampuan untuk berpegangan pada dahan pohon. Banyak ciri lain seperti dekatnya jarak kedua mata, gigi geraham yang tajam, struktur rahang bawah, lengan yang panjang, kaki yang pendek, yang membuktikan makhluk ini tidaklah berbeda dari Manusia Hutan.
Dengan memperhatikan pada kehidupan Manusia Hutan/ Orang Hutan dengan ciri volume otak, maka jelas fosil fosil yang diduga manusia purba, yang ditemukan itu sebenarnya bukanlah manusia purba berwujud kera melainkan kera yang mempunyai struktur mirip manusia. dengan kata lain fosil tersebut adalah binatang, bukan manusia.
Dari dulu sampai sekarang manusia tidak pernah berevolusi dalam hal fisik sebagaimana yang darwin katakan. Kalau memang teori darwin benar, kenapa tidak ada satupun manusia yang berevolusi ke bentuk lain yang lebih canggih. Dan terpikirkah pembaca, jika teori evolusi itu benar, seharusnya makhluk yang bernama monyet mungkin tidak akan pernah kita jumpai saat ini, karena rentang waktu yang lama memungkinkan semua monyet berubah menjadi manusia ?????? Adakah yang bisa menjawabnya????
Sebetulnya benarkah demikian, tidak begitu penting, yang terpenting ialah berita seperti itu telah menguak sebuah informasi yang sangat peka. Yakni sebuah jenis makhluk hidup telah melalui beberapa puluh juta tahun, bahkan ratusan juta tahun pun tidak mengalami perubahan, adalah karena ia dan jenis makhluk lainnya pada dasarnya tidak memiliki hubungan intern dan eksternal. Mereka termasuk kerajaan yang berbeda, mereka memiliki raja dan majikannya sendiri.
Jika benar begitu halnya, tidak saja telah menjungkir-balikkan teori evolusi, selain itu masih terdapat sebuah pertanyaan yang membuat orang tak hentinya mengejar dan tak hentinya berdebar:
Siapa yang menciptakan kehidupan ini? Mengapa harus menciptakan kehidupan tersebut? Manusia berasal dari mana? Mengapa manusia mau datang ke bumi? Selama berabad-abad lamanya sedang menunggu apa?… Apakah sedang menanti kedatangan tuan mereka???
Wallahu'alam
(note: diolah dari berbagai sumber)


Komentar
Posting Komentar