Solusi Tuntas Masalah Palestina



Rencana Peta Jalan Damai, Gencatan Senjata, Kemerdekaan Palestina menjadi salah satu bagian dari PBB dan solusi-solusi lain yang dikatakan sebagai upaya damai penyelesaian masalah Palestina adalah rencana untuk mewujudkan negara Israel dan negara Palestina yang hidup bertetangga dan saling menghormati. Sesungguhnya hal tersebut justru merupakan upaya menjadikan keberadaan negara Israel sebagai suatu yang legal dan sah secara hukum.  Ini adalah tujuan Israel sejak dulu.  Sebaliknya, solusi yang dikatakan akan memberikan negara merdeka kepada rakyat Palestina sebenarnya hanya tipuan agar rakyat Palestina merestui dan melegalkan berdirinya negara Israel di tanah-tanah mereka yang dirampas oleh Israel.

Krisis Palestina yang berkepanjangan ini menimbulkan pertanyaan di benak kita. Bagaimana penyelesaian tuntas krisis ini? Mengapa krisis ini berlarut-larut dan berkepanjangan? Ada apa sebenarnya di balik krisis ini?


Untuk dapat menemukan solusi tuntas dari krisis Palestina ini kita harus mengetahui akar masalahnya terlebih dulu. Seperti seorang dokter, ketika akan mengobati pasiennya, ia akan mencari akar penyebab penyakitnya dan memberikan obat untuk menyembuhkannya; bukan dengan memberikan obat atas setiap gejala dan penampakan sakit yang dikeluhkan oleh pasiennya.

Akar Masalah Palestina  

Masalah Palestina secara real muncul sebagai masalah politik sejak tahun 1916 M ketika wilayah Khilafah Turki Utsmani dibagi-bagi di antara negara Eropa, khususnya antara Prancis dan Inggris. Pada tahun itu, menteri luar negeri kedua negara, yaitu Sykes dan Picot, menyepakati perjanjian pembagian wilayah Timur Tengah bagi kedua negara. Perjanjian ini dikenal sebagai perjanjian Sykes-Picot.  Palestina ditetapkan sebagai perbatasan kedua wilayah dan sebagai wilayah bebas dari intrik kedua negara. Untuk itu, mereka menjadikan Palestina sebagai wilayah internasional. Inilah upaya untuk  menyerahkan Palestina kepada Yahudi.  

Setelah itu, diadakan pertemuan Balfour (1918), yang  menyepakati penyerahan Palestina kepada Yahudi.  Kedua negara lalu memberikan bantuan harta, senjata, dan bantuan lainnya bagi berdirinya negara Yahudi. Jadi, negara-negara besar Eropalah (khususnya Inggris dan Prancis) yang melahirkan negara Yahudi untuk kepentingan mereka dan juga dimanfaatka sendiri untuk kepentingan Yahudi.

Ketika negara Yahudi berdiri di Palestina, opini umum di negeri-negeri Arab dan kaum Muslim umumnya berpusat pada tuntutan pembebasan Palestina. Bahkan tuntutan ini menjadi tuntutan resmi negara-negara Arab. Namun, seiring berjalannya waktu opini yang berkembang berubah. Tuntutan yang ada justru tuntutan akan kemerdekaan Palestina. Mulai saat itulah tuntutan itu telah menyimpang dari masalah hakiki yang ada.  Tuntutan yang telah menyimpang inilah yang saat ini diperjuangkan. Tentu ini bukanlah solusi tuntas, karena sudah menyimpang dari masalah hakikinya. Penyelesaian pemukiman kembali rakyat Palestina dan pemberian kemerdekaan kepada rakyat Palestina jelas bukanlah solusi mendasar, tetapi solusi yang menipu, memperdaya, dan jauh dari akar masalahnya.

Jadi, masalah hakikinya adalah negara musuh yang diadakan di jantung kaum Muslim yang membebek pada Barat dan menjadi musuh kaum Muslim. Negara inilah yang menghalangi penyatuan bangsa-bangsa Muslim (khususnya bangsa-bangsa Timur Tengah) sebagai satu bangsa, yaitu bangsa Muslim, sekaligus menusuk bangsa itu setiap kali hendak bangkit.  Negara yang mereka adakan itulah yang dinamakan Israel.
Dengan demikian, masalah hakiki dari krisis Palestina adalah perampasan tanah Palestina yang didalangi oleh Barat dengan tujuan untuk membentuk negara yang memusuhi kaum Muslim di jantung wilayah kaum Muslim sendiri. Semua itu untuk menghalangi kaum Muslim yang dulunya merupakan bangsa yang satu; dengan bahasa yang satu, agama yang satu, dan harapan yang satu untuk bangkit dari keterpurukannya. Inilah masalah hakiki dari krisis Palestina.

AS, yang mewarisi kepemimpinan kapitalis dari Inggris, juga mewarisi tujuan ini. Oleh karena itu, AS dan Barat sesungguhnya tidak ingin menyelesaikan masalah Palestina secara tuntas. Sebab, penyelesaian tuntas masalah Palestina justru akan mendatangkan ancaman besar bagi mereka. Mereka justru berusaha menjadikan krisis Palestina sebagai krisis yang berlarut-larut dan berkepanjangan sehingga menghabiskan energi dan memupus harapan kaum Muslim. Dengan begitu, pada saatnya nanti kaum Muslim kahabisan energi dan putus asa sehingga menerima setiap bentuk tawaran Barat yang mereka tawarkan sebagai solusi. 
Selain itu, dengan berlarut-larutnya krisis Palestina, hal itu akan menyedot perhatian kaum Muslim pada krisis Palestina dan melupakan masalah utama mereka, yaitu keterpurukan dan kemunduran akibat lenyapnya institusi kenegaraan mereka, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Masalah Palestina juga akan melalaikan kaum Muslim dari berbagai makar kaum kafir Barat yang merampok kekayaan negeri kaum Muslim. 

Solusi Tuntas
Ketika kita telah mengetahui secara benar dan mendalam masalah hakiki atau akar masalah krisis Palestina maka kita dapat menarik solusi tuntasnya.  Solusi mendasar ini adalah solusi syar‘î, yaitu solusi yang diberikan oleh Zat Pencipta Manusia, yakni Allah. Solusi syar‘î dapat kita peroleh dengan merujuk pada nash-nash syariat. Allah memerintahkan kita untuk merujuk dan mengembalikan permasalahan kita pada ketentuan Kitabullah dan Sunah Nabi-Nya (QS an-Nisa’ [4]: 59).  Dengan demikian, solusi krisis Palestina ini harus kita kembalikan pada ketentuan syariat.  

Jika masalah hakikinya adalah perampasan tanah Palestina—tanah kaum Muslim—oleh Yahudi yang didalangi oleh Barat maka solusinya adalah seperti yang difirmankan oleh Allah:

]وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ $ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ[
Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, tetapi jangan melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Bunuhlah mereka di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. (QS al-Baqarah [2]: 190-191).

Mereka telah memerangi kaum Muslim, merampas tanah-tanah kaum Muslim, dan mengusir kaum Muslim dari negeri mereka sendiri. Oleh karena itu, solusi syar‘î-nya adalah dengan jalan memerangi mereka dan mengusir mereka dari negeri kaum Muslim. Jadi, solusi krisis Palestina adalah jihad fi sabilillah, tidak ada yang lain.  

Supaya solusi ini dapat dijalankan secara sempurna harus ada pengerahan pasukan dan persenjataan kaum Muslim. Untuk saat ini, langkah praktis yang harus ditempuh jelas tidak akan terlaksana kecuali oleh negara, karena negaralah yang memiliki pasukan dan perlengkapan militer yang memadai. Oleh karena itu, kaum Muslim di seluruh dunia harus mendorong dan mendesak para penguasa Muslim, khususnya para penguasa di Timur Tengah, untuk bersama-sama mengirimkan tentaranya ke Palestina dalam rangka mengusir Israel. Merekalah yang bertanggung jawab, karena sikap diam merekalah krisis Palestina terus berlarut-larut.
Sementara itu, dalam tataran ideal, kaum Muslim harus terus berupaya mewujudkan negara Khilafah dan mengangkat seorang khalifah di tengah-tengah kaum Muslim. Khalifahlah yang akan mampu menyatukan gerak dan langkah seluruh kaum Muslim dalam menyelesaikan krisis Palestina dan berbagai krisis lain yang menimpa kaum Muslim. Khalifah  pula yang akan senantiasa memperhatikan berbagai masalah kaum Muslim.

Wahai Kaum Muslim

Masalah Palestina adalah masalah umat islam. Solusi syar‘î-nya adalah jihad.  Untuk menegakkan jihad ini secara sempurna kita harus mewujudkan Khilafah Islamiyah. Hanya Khilafah Islamiyahlah yang dapat menyelesaikan masalah Palestina ini dan juga masalah kaum Muslim lainnya sampai ke akar-akarnya. Untuk itu, Allah mewajibkan kita untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Upaya kita menegakkan Khilafah Islamiyah adalah upaya kita menyelesaikan seluruh masalah kaum Muslim sejak dari akarnya sekaligus sebagai jawaban kita atas seruan Allah dan Rasulnya. Maukah kita menjadi bagian orang-orang yang menjawab dan menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya? 

]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ[
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfâl [8]: 24).

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.[]

Reference :
1.      Iyad Hilal, “Palestina akar masalah dan solusinya”, Pustaka Thoriqul Izzah : 1993
2.      Buletin Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia
3.      Prof. Dr. Fahmi Amhar, “Tinjauan Kritis Sejarah Komprehensif Palestina” 
4.   Wandra Irvandi, “Krisis Palestina (terkait dengan krisis Suriah)”
5.   Makalah ini disampaikan pada acara "Islamic Dialogue" Hizbut Tahrir Chapter Kampus KalBar, Kamis 29 November 2012

Komentar

Postingan Populer