Wahai
Umat Islam, tidak seorang pun yang ragu bahwa hari ini umat islam telah
tenggelam dalam kemerosotan ruhaniah, keterbelakangan intelektual, serta
kemunduran dalam bidang politik. Tidak ada seorang pun yang ragu bahwa sebagian
ikatan Islam di tengah-tengah masyarakat telah terhapus dan posisinya
digantikan oleh ikatan-ikatan semu. Kebinasaan sebagai umat Islam yang mulia sudah diambang pintu.
Kehancuran
sebagai umat Islam yang mulia
ditandai dengan punahnya keunikan karakteristik, rusaknya keutamaan dan
keistimewaan, hilangnya pola jiwa terbaik, biasnya kecemerlangan pola
pikir; dan hancurnya kepribadian Islam. Dari seluruh pemikiran
Islam, tidak ada satu pun yang tersisa kecuali hanya aturan-aturan ibadah
semata, dan tidak ada satu pun yang tersisa dari perasaan Islam kecuali
hanyalah spiritualisme
saja. Padahal islam mengatur semua
aspek kehidupan. Dan semua itu dilakukan oleh orang-orang pengusung ideologi yang
rusak.
Tidak
puas hanya dengan melecehkan
simbol agama islam,
para pengusung ideologi yang
rusak juga sudah merusak hukum islam dan mencela perasaan Islam. Mereka mencela kesetiaan kaum
Muslim yang berpegang teguh pada hukum-hukum Islam. Berbagai dalih disebutkan bahwa
kesetiaan pada hukum-hukum
Islam dianggap sikap sektarian dan fanatisme
yang menjijikkan termasuk
mengancam keutuhan negeri.
Inilah realitas umat
Islam
yang telah kehilangan rasa percaya diri pada islam dan kelayakannya sebagai sebuah sistem dalam kehidupan. Pemikiran Islam dan pandangannya tentang kehidupan
telah dipisahkan dari berbagai urusan kehidupan
dengan sekulerisme. Oleh karena itu,
krisis umat ini
adalah krisis
kepercayaan pada sistem Islam, tidak
hanya krisis kepercayaan
pada (akidah) Islam itu sendiri. Yakni
hilangnya kepercayaan
terhadap apa yang lahir dari akidah Islam, yaitu hukum-hukum syariah
islam.
Jumlah orang-orang Muslim yang
benar-benar menjunjung tinggi islam
dan loyalitasnya
hanya untuk Islam masih
sedikit.
Keberadaan mereka yang benar-benar menempatkan Allah, Rasul, dan dakwah menegakkan kalimah
Allah sebagai
prioritas utama tidaklah
banyak.
Yang peka akan kondisi agama islam hanya segelintir orang yang tidak
terpengaruh oleh gemerlapnya kehidupan.
Namun,
InsyaAllah islam
belum dikalahkan dan tidak akan pernah dapat dikalahkan. Sebab, hanya Islam
satunya-satunya agama
yang benar dan akan selalu dalam kebenaran. Masalahnya,
bagaimana mungkin Islam masih berada dalam kemenangan, sedangkan para penganutnya
telah dikalahkan dan tidak menyadari islam
sudah dilecehkan?
Diperlukan upaya untuk
membangkitkan akidah Islam dalam diri kaum Muslim sehingga hati mereka mampu
berbicara
bahwa pemikiran dan hukum-hukum
Islam adalah hukum yang paling menjamin keberkahan kita di dunia dan akhirat. Keikhlasan terhadap islam berada di atas segala
keikhlasan dan kesetiaan kita padanya berada di atas segala kesetiaan.
Sesungguhnya,
kita ini telah diciptakan sebagai umat yang terbaik, yang dilahirkan untuk
manusia. Oleh karena itu, umat ini tidak boleh terus-menerus berada dalam
kejatuhan
dan kebinasaan.
Adalah sebuah kejahatan bila umat ini sampai menghadapi kebinasaan. Umat Islam
adalah umat yang menebarkan petunjuk ke seluruh penjuru dunia dan membumikan
keadilan untuk seluruh umat manusia.
Umat
Islam senantiasa memelihara kebenaran, memerintah dan menerapkan
hukum islam kepada diri, masyarakat
dan negara. Melimpahkan
kasih-sayang kepada manusia, melindungi dan menjaga mereka, serta menebarkan keselamatan dan menciptakan kestabilan. Umat Islam senantiasa memberikan kebahagiaan hidup
bagi siapa saja yang menyambut baik seruannya. Inilah umat yang hidup dengan
tujuan menyelamatkan manusia dari kesyirikan dan kekufuran.
Jutaan anak umat ini
telah mencapai kesyahidan (syahâdah)
dalam rangka meninggikan dan menegakkan kalimat Allah. Tugas utama umat Islam
dalam kehidupan ini adalah mengemban dakwah Islam kepada seluruh manusia dan
cita-cita tertingginya adalah menggapai ridha Allah. Umat islam selalu ada untuk
membela Allah, Rasul dan agamanya.
Sekarang
kalimah tauhid telah dilecehkan. Para ulama telah menyerukan. Apa lagi yang
kita khawatirkan kalau tidak bersegera ikut menjadi pembelanya. Pertarungan
antara yang hak dan yang bathil telah
berlangsung secara terus menerus. Konfrontasi Islam sebagai sebuah agama dan
pandangan hidup yang unik, disatu sisi, dengan kekufuran, di sisi lain, juga
telah berlangsung.
Hari ini kita bersyukur mendapatkan kesempatan untuk menjadikan langkah kita
sebagai penghapus dosa. Kita telah ditegur dan diingatkan untuk membela tauhid
kita. Agar umat islam tidak binasa, dan tidak lemah ketika ada yang melecehkan.
Wahai Umat Islam ayo bela tauhid kita. Allahu Akbar.
#AyoBelaTauhid
Komentar
Posting Komentar