AKU HANYA INGIN MINUM KOPI SAJA....



Angin tidak terlalu kencang bertiup di panas siang menjelang sore di pinggiran jalan danau sentarum. Tentu kau tau kawan, disana berderet warung-warung kopi baru sejak semakin tumbuhnya peminat kopi serta budaya masyarakat Pontianak terhadap minuman yang sudah digandrungi sejak dulu oleh para tetua-tetua mereka. Ditemani semilir lagu Naif dengan segelas kopi susu panas yang biasa aku pesan, sambil melihat fenomena pengunjung lainnya, terlintas dalam kepala dihubungkan dengan jari-jemari kutulis catatan ini kawan.

Ketika berbicara kehidupan seorang manusia di dunia hari ini tidak lepas dari apa yang dijadikan visi misi hidup orang tersebut. Apa yang dimaksud visi misi itu? Kalau menggunakan segala macam teori agak sulit dijelaskan. Namun sederhana yang bisa ku ceritakan visi misi itu berarti pandangan dia tentang kehidupan. Tidak banyak yang bisa menjawab pertanyaan ini, yaitu untuk apa hidup? Bagaimana dia hidup dan apa yang akan terjadi di masa datang setelah kehidupannya.

Hidup bagi yang beruntung mengenyam tingkat pendidikan, maka dia akan terdidik untuk hidup tertib dan teratur. Belajar, mencari ilmu, lanjut mencari pekerjaan dan membangun rumah tangga. Kalau dia ahli dalam bidang tertentu maka dia fokus pada bidang tersebut untuk menghasilkan karya. Kalau sudah berhasil maka berupaya menciptakan karya-karya lainnya sehingga terukirlah namanya dalam bingkai sejarah manusia.

Bagi yang kurang beruntung mengenyam pendidikan, ada yang berusaha memutus nasib sejarah kelurganya dengan keluar dari zona aman, lantas dia menjadi mampu membiayai anak dan keluarganya dimasa datang agar jangan sampai mengalami apa yang dia alami. Orang mengenal dengan ‘kisah sukses pemuda dari desa’.

Namun bagi yang terjebak dengan kondisi himpitan ekonomi dan sosial, maka dia akan menjalani kehidupan seperti air mengalir. Berjuang bekerja keras. Apa yang dilakukan hari ini sambil berharap cukup. Walaupun sesekali tidak cukup, pikirannya akan mengatakan bersabar lah, besok siapa tau akan dapat lebih banyak lagi.

Kembali lagi kawan ke pertanyaan diatas kawan. Untuk Apa hidup? Bagi umat islam, pertanyaan ini sudah terjawab. Allah dan NabiNya sudah mejelaskan didalam kitab suci Alqur’an. Bahwa hidup untuk ibadah, atau maksimal mungkin untuk berusaha menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun kadang jawaban ini sekedar lips service (baca : pemanis bibir) karena justru setelah itu banyak yang tidak peduli lagi dengan jawaban tersebut dan bahkan tidak peduli lagi dengan kehidupannya sendiri.

Ketika dikatakan hidup untuk ibadah. Maka berarti dia harus mejalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dia pun berusaha menjalankan perintah-perintah Allah, sebatas yang dia dapatkan dan yang diketahui dari orang tua dan guru-guru di sekolah. Dan memang pendidikan agama islam hari ini dibatasi untuk mempelajari ibadah ritual belaka. Akhirnya dia akan menjalankan ibadah sebatas hal tersebut. Padahal katanya islam mengatur ibadah dalam seluruh aspek kehidupannya di dunia.

Sebagaimana bagi para penikmat kopi juga sudah tau, bahwa islam mengatur seluruh aspek kehidupan, dari bangun tidur pagi dan tidur lagi di malam hari. Tapi bagaimana islam mengaturnya? Itu yang jadi teori. Hanya teori saja. Tau atau tidak, yang penting aku sudah sholat, puasa, tidak mengganggu teman, dan membantu orang-orang yang susah. Akhirnya kadang kala kalau ada larangan islam yang dilanggar maka otak pikirannya mulai bekerja dan meragukan, betul kah dilarang? Atau mulai bertanya-tanya kenapa dilarang?

Tenang kawan, aku bukannya sok tau tentang agama islam. Aku juga tidak terlalu pandai menjelaskannya. Tapi kalau kau mau duduk sebentar, sambil bincang-bincang dengan minum seruput kopi ini, bisalah aku temani.

Maksudku terkait perintah dan larangan ini, apakah hanya sekedar pada ibadah seperti sholat, puasa, haji, jual-beli atau haji saja? Tentu tidak bukan. Nah maka dari itu apa saja perintah dan larangan yang harus kita ketahui ini, marilah kita pelajari sama-sama. Atau jangan-jangan kita cukupkan dengan jawaban “sudahlah jangan urus orang lain, urus saja diri sendiri, perbaiki saja ibadahmu sendiri, sholat saja masih belum bener sok ngajarin orang lain”.

Tunggu kawan. Kalau belajar tentang sholat, saya yakin seumur hidup kita, tidak akan selesai pelajaran ini. Karena begitu dalam dan luasnya ilmu tersebut. Apalagi masalah lainnya. Jadi seharusnya bagaimana? Aku tidak mengajari kawan. Aku hanya ingin kita berbincang-bincang sambil minum kopi saja. Kalaupun kau tidak mau, tidak mengapa, mungkin lain waktu. Kalau masih juga tidak mau, jangan khawatir kawan, aku tidak akan marah kepadamu. Karena aku hanya ingin minum kopi saja.

Setelah itu aku baru sadar, segelas kopi yang menemani ku sudah habis kuseruput. Namun perkara visi misi hidup, dan pertanyaan untuk apa hidup akan terus ada bagi setiap orang yang belum menjawab pertanyaan ini. Kalaupun dia sudah menjawab, namun belum puas, boleh lah kau kutemani menyeruput kopi lagi. Karena tadi kopiku sudah habis.

Komentar

Postingan Populer