KEHANCURAN IDE KEBEBASAN ALA EROPA DAN BARAT


Di berbagai warkop ada gambar-gambar sebagai pemanis di sudut ruangan. Di satu sisi kita akan melihat berbagai tulisan-tulisan pesan dan motivasi. ‘Membaca adalah peradaban dunia’ atau ‘memulai hari ini dengan secangkir kopi’.

Ada juga gambar-gambar kreasi kartun, atau potongan-potongan budaya eropa dan barat. Menggambarkan peradaban luar berupa bangunannya yang indah, atau tokoh-tokoh yang jadi panutan atau para aktris dan aktornya.


Invasi barat betul-betul sudah menggurita di seluruh penjuru negeri. Karena memang ideologi kapitalis satu-satunya ideologi yang diterapkan oleh negara. Tidak ada negara manapun kecuali akan mengadopsi dan menerapkan ideologi tersebut.

Sosialisme sudah runtuh di masa uni soviet, dan runtuh justru ketika dalam kejayaannya. Gara-gara mengadopsi pemikiran Glasnost dan Perestroika yang dicanangkan oleh mikhael gorbachev pada tahun 1980. Hanya butuh waktu kurang lebih 11 tahun dengan pemikiran barunya uni soviet bubar setelah berkuasa 69 tahun sejak 1922.

Begitu juga ideologi islam, telah berjaya kurang lebih 14 abad, namun runtuh di saat memang kondisi umat islam pada kondisi yang lemah. Baik pemahaman maupun penerapan terhadap islam. Pemahaman terhadap syariah dan penerapan hukum-hukumnya yang sudah dipengaruhi oleh pemikiran asing. Pemikiran asing yang diadopsi umat islam sehingga runtuh adalah ide kebebasan yang kebablasan atau menutup diri yang terlalu protektifisme.

Sejak islam runtuh 1924, satu-satunya praktis yang memimpin dunia saat ini hanya kapitalis. Maka kurang lebih 95 tahun kapitalis berkuasa pasca islam tidak diterapkan oleh negara manapun.
Berbeda halnya dengan sosialis, yang justru runtuh karena ide dan pemikirannya sendiri. Glasnost, atau Keterbukaan, adalah kebijakan Uni Sovyet dalam upaya mengurangi korupsi dengan kebebasan informasi dan kemerdekaan berpendapat.

Perestroika, atau Restrukturisasi, adalah upaya memulihkan kondisi ekonomi dengan memberikan kebebasan ekonomi dan memiliki usaha sendiri. Bertentangan dengan ide sosialisme yang tertutup serta tidak bebas memiliki.

Bagaimana juga dengan kapitalis. Nasibnya juga akan sama. Konsep-konsep ide dan pemikirannya sudah mulai bertolak belakang dari ide dasarnya. Karena memang sejak dari asas sudah menimbulkan masalah. Maka dari kebijakan-kebijakan kapitalis akan mebuat runtuh dirinya sendiri.

Konsep keterbukaan dan kebebasan yang dianut akan bernasib sama dengan sosialis. Satu sisi terbuka tapi di sisi lain tertutup. Dan negara kapitalis juga mau tidak mau akhirnya mengatur kebebasan rakyatnya sendiri dan akhirnya terjadilah kesepakatan dengan kebebasan yang tidak bebas. Mana bebas yang diatur UU mana yang tidak. Yang tidak bebas khususnya terhadap islam dan syariahnya.
Konsep ekonominya yang bebas, justru karena kebebasan ekonomi yang diterapkan menyebabkan jurang yang dalam antara kaya dan miskin sehingga terjadi krisis ekonomi berkepanjangan.

Termasuk kebebasan berprilaku, yang telah menciptakan kerusakan moral dan alhlak yang tidak pernah terjadi pada manusia-manusia terdahulu. Begitu juga penerapan hukum yang tumpang tindih, atau tebang pilih telah menimbulkan protes dari masyarakat sendiri. Dan lihat juga bagaimana diktatorisme di balik UU telah tercipta pada wujud penguasa-penguasa berwajah demokrasi. Artinya ideologi kapitalis ini tinggal menunggu waktunya saja.

Sementara ideologi islam telah membatasi kebebasan, manusia tidak bisa bebas semaunya. Negara juga akan menjaga kebebasan manusi berdasarkan syariahNya. Maka tidak ada konsep kebebasan dalam islam kalaupun ada itu kebebasan menurut syariah bahwa setiap orang tidak dipaksa masuk ke dalam islam. Namun di akhirat dia juga tidak bebas sebagaimana umat islam sendiri akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Masih di salah satu sudut warkop, tercetak gambar budaya barat dan tokoh artis mereka serta alunan lagu. Kalau disebut hampir remaja dan pemuda masa kini mengenal mereka. Dan mereka bangga untuk memajang atau meniru para tokoh tersebut. Tidak sekedar budaya namun juga pemikirannya. Dalam hati kecil berkata, peradaban ini akan runtuh juga. Yaitu peradaban yang menganut kebebasan tanpa batas, minimal akan runtuh semuanya ketika hari itu datang.

Komentar

Postingan Populer