MENULISLAH TAPI DI WARKOP BANDAR


Minum segelas kopi bagi orang yang sudah mengecap nikmatnya kopi kadangkala akan memiliki kemampuan merasakan enak tidaknya rasa kopi tersebut. Bukan berarti saya ahli kopi. Bukan. Tapi karena terbiasa mencicipi kopi di salah satu warkop yang sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Yup, namanya Warkop Bandar.


Dulu saya punya teman. Sampai sekarang pun tetap teman. Orang - orang memanggilnya Yudi atau bang Yudi. Kalau ingin memastikan sebut saja Yudi Bandar.

Nama bandar sendiri diambil dari hasil olah kata kreativitas bang Hatta, orang yang cukup dan sangat kreatif yang pernah saya kenal. Dirinya sendiri tidak mampu menahan ekspresi kreativitas didalam pikirannya. Sehingga ada saja yang akan dilakukan atau karya yang coba diwujudkannya.

Balik lagi soal kopi, akhirnya pergaulan dengan mereka para penikmat kopi membuat lidah ini terbiasa mencicipi kopi. Apalagi kalau bukan kopi di Warkop Bandar. Dari satu pergaulan ke pergaulan lain akhirnya saya berkenalan dengan penulis Kalbar. Kaian pasti tau, namanya tidak asing lagi ditelinga kita, PY Djarot Sujarwo. Biasa dipanggil bang Pay.

Bergaul dengan peminum kopi membuat diri ini terbiasa dengan kopi, walaupun bukan ahli. Termasuk juga menulis. Akhirnya karena bergaul dengan penulis akan terbiasa pula untuk menulis. Sekali lagi walaupun bukan ahli.

Bang Pay katakan dulu di Pontianak, budaya membaca dan menulis mungkin masih kurang. Pertumbuhannya pun terkesan lambat. Tapi lanjut berkisah, sepulang dari jogja memotivasi para pemuda di Pontianak dan Kalbar untuk membaca dan menulis, paling tidak, ada potensi yang bisa digali bagi para penulis lokal untuk dikembangkan. Apalagi sekarang potensi itu untuk mewujudkan peradaban yang agung yaitu peradaban yang memuliakan manusia.

Oiya salah satu buku beliau yang sudah terbit adalah buku Rute. Saya termasuk konsumen pembeli tetap buku-buku beliau. Dari Pay Sepok satu, dua dan tiga. Hingga bukunya Jaket Tebal dengan Sketsa Slovakia. Paham atau tidak dengan sketsa itu tidak saya perdulikan. Tapi karena ada nama beliau makanya saya beli.

Kalau kalian mau membantu beliau meningkatkan motivasi pemuda dalam membaca dan menulis, beli saja buku beliau dan menulislah. Khususnya buku Rute, disana diceritakan perjalanan beliau dari satu negara ke negara lain, hingga berakhir pada menemukan perjalanan hakiki.  Bagi yang belum minat baca, coba saja baca buku tersebut.

Selain itu jangan lupa, kalau menulis singgah ke Warkop Bandar, di jalan Danau Sentarum, akan kalian rasakan kopi dan berbagai variannya. Kopi Robusta hingga jenis Arabica tersedia disana. Ditemani para barista-barista muda, dengan senyum hangat dan friendly mereka akan memanjakan cita rasa lidah kita. Termasuk diantaranya muncul ide untuk menulis.

Kalaupun belum dapat ide untuk menulis, jangan khawatir. Tenangkan diri dan hubungi bang Pay, konon beliau mudah sekali diajak untuk bertemu dan berbagi kisah serta pengalaman. Nomornya ada di buku Rute. Beli dulu bukunya baru baca isinya. Kalau masih sulit, maka perlu minum kopi dulu dan juga hubungi bang Yudi minta jelaskan tentang kopi. Untuk menjaga semangat teman-teman jangan lupa hubungi bang hatta, agar tetap selalu berkreativitas.

Terakhir yang paling penting jangan lupa pula niatkan untuk ibadah kepada Allah. Insyaallah akan nikmat dan semoga jadi pahala. Salam hangat, dari seseorang ketika merasakan kopi dan mampu memberikan penilaian rasanya untuk diri sendiri. Teruslah menulis. Dan menulislah tapi di Warkop Bandar.

Komentar

Postingan Populer