Refleksi Hijrah[i]

Tulisan 6 Desember 2012
(Menyongsong perubahan besar dunia menuju khilafah)
Di dalam Alqur’an surah At-taubah ayat 20, Allah telah berfirman : “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” Sehingga yang harus kita pahami adalah landasan dari hijrah adalah landasan keimanan.
Secara bahasa hijrah bermakna berpindah tempat atau at-tarku berarti meninggalkan, yaitu meninggalkan tempat atau sesuatu yang tidak baik. Secara syar’i hijrah bermakna meninggalkan negeri kafir menuju negeri islam karena takut fitnah, dan fitnah yang dimaksud adalah bahaya yang mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi maupun kelompok.
Hijrah itu dilakukan dalam dua bentuk yaitu hijrah secara fisik (tempat) dan hijrah secara makna. Dalam siroh nabi ada 2 macam hijrah, yang pertama hijrah ke habasyah, dilkukan untuk perlindungan terhadap orang-orang yang lemah dan membutuhkan perlindungan, dalam hal ini sifatnya sementara. Dan yang kedua hijrah ke madinah, dilakukan untuk memobilisasi umat dalam rangka menegakkan dan meletakkan basis daulah termasuk didalamnya orang-orang yang memiliki kekuatan untuk berhijrah.
Sedangkan Hijrah secara maknawi maksudnya adalah hijrah meninggalkan segala bentuk yang dilarang oleh Allah. Dari kekufuran menuju iman, dari syirik menuju tauhid, dari nifaq menuju keistiqomahan, dari kemaksiatan menuju yang halal dan juga dari haram ke yang halal. Hal ini wajib untuk berhijrah bagi setiap muslim baik yang lemah maupun yang kuat.
Melihat dari pemaparan diatas sudah selayaknya kita untuk berhijrah dalam dua bentuk tadi. Selain berupaya untuk mentaati segala hal yang diperintahkan Allah juga berpindah tempat jikalau daulah khilafah tegak nantinya. Dan yang paling penting landasan keimanan sebagai penopong aktivitas kita dalam berhijrah.
Wallahu’alam.



[i] Disampaikan pada program Obsesi (Obrolan Seputar Islam) HTI Kalbar di Radio Diah Rosanty Pontianak, 21 november 2012

Komentar

Postingan Populer